Disinyalir Praktik Judi Berkedok Pasar Malam

oleh

SUNGAIPENUH- Lagi, untuk kesekian kalinya Praktek Judi berkedok Pasar Malam kembali digelar di Kota Sungai Penuh.
Pasar malam yang digelar sejak Awal malam Hari Raya Idul Fitri, bertempat di Jalan Pancasila tepatnya sebelum jembatan Layang tersebut, dikabarkan menjadi ajang aksi judi secara terang-terangan berkedok permainan yang digelar di Pasar malam.

Ironisnya, meski berbau judi tidak terlihat aksi dari Pemerintah Kota Sungai Penuh, pihak Kepolisian untuk menindak kegiatan yang cukup merugikan masyarakatbyang datang dan mengikuti berbagai jenis permainan di Pasar malam dengan membayar sejumlah uang dilokasi pasar malam.

“Ini terbilang merupakan aktivitas judi, memang hadiahnya rokok dan sebagainya. Tapin untuk bermain pemain harus membayar sejumlah uang, baik itu dipermainan bola gelinding, lempar gelang dan sebagainya. Ini juga telah merusak suasana Idul Fitri,”ungkap Roni salah seorang pengunjung.

Kondisi ini sangat riskan, lanjutnya mengingat kondisi keuangan masyarakat yang serba sulit saat ini, namun justru dimanfaatkan pihak penyelenggara untuk meraup untung dari masyarakat.

“Kini sudah berjalan sepekan, aktivitas pasar malam yang juga menyebabkan kemacetan jalan tersebut sangat merugikan para pengunjung yang hadir serta sangat melanggar aturan yang berlaku,”tegasnya.

Seperti di ketahui, aksi perjuadian berkedok psar mlam sudah sering digelar di Kerinci, namun sayangnyapihak Pemrtintah terkesan tutup mata atas permasalaha tersebut.

Padahal secara aturan aktivitas tersebut jelas-jelas melanggar Pasal 303 KUHP (1) ayat 1e, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 25 Juta rupiah dihukum.

1e barang siapa yang tidak berhak mengadakan atau memberikan kesempatan main judi, atau sengaja turut campur dalam perusahaan main judi.

2e sengaja mengadakan atau memberikan main judi kepada umum atau turut campur dalam perusahaan, biar ada ataupun perjanjiannya atau cara apajugapun untuk memakai kesempatan itu.

3e Yang dikatakan main judi yaitu tiap2 permainan, yang mendasarkan pengharapan buat menang pada umumnya bergantung kepada untung2an saja, dan juga kalau pengharapan itu jadi bertambah besar karena kepintaran dan kebiasaan pemain. Yang juga terhitung masuk main judi ialah pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain, yang tidak diadakan oleh mereka yang turut berlomba atau bermain itu, demikian juga segala pertaruhan yang lain2.(***/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *