Dibongkar dan Direlokasi, Puluhan Pedagang Tak Kebagian Tempat

oleh

SUNGAIPENUH-Lapak pedagang di kawasan Minum Kawo Square (MKS) depan Kincai Palza, sudah dibongkar. Para pedagang direlokasi ke lokasi baru jalan Ahmad Yani sekitar Mesjid Baiturrahman.

Namun, pasca pembongkaran, puluhan pedagang MKS harus gigit jari, karena jumlah lapak tempat pindah yang disediakan tidak sebanding dengan jumlah pedagang yang berada di MKS. Puluhan pedagang tidak kebagian tempat, dan mirisnya tidak masuk dalam data untuk menempati lapak di lokasi bau.

Pantauan media ini di kawasan MKS, Sabtu (16/10) siang, suasana tampak sangat berbeda. Tadinya penuh dengan lapak pedagang dengan berbagai pilihan jajanan, kini semua lapak dibongkar dan hanya tersisa atap dan beberapa kayu bekas pembongkaran.

Di pojok MQS, tampak sejumlah pedagang duduk berkumpul, mereka tampak lelah dan putus asa. Melihat wartawan mengambil foto, salah seorang pedagang memanggil.

“Bang mari kesini. Lihatlah kami ini,” ungkapan lirih dari pedagang memanggil wartawan.

Saat wartawan medekati, sejumlah pedagang menoleh, disela percakapan antar sesama mereka pedagang. Para pedagang tak kuasa menahan keluh kesahnya. Dan berujar, kemana mereka harus pindah.

“Lapak kami bongkar tengah malam tadi. Setelah diberi surat peringatan ke tiga. Kami terpaksa harus bongkar sendiri, kalau tidak alat berat yang akan diturunkan,” ungkap salah seorang pedagang.

Ditanya mengapa masih di duduk MQS sementara lokasi baru sudah disiapkan ? Pedagang mengaku sebagian rekannya sudah ada tempat. Sementara yang tertinggal ini belum ada tempat.

“Kita tidak tahu harus pindah kemana. Di lokasi baru hanya tersedia 35 tempat, sedangkan kita yang pedagang disini ada 56 pedang. Ada penambahan tempat hanya 5 lapak, itu masih kurang. Malah sebelum kita bongkar, disana sudah ada yang mengisi, entah dari mana,” ungkapnya.

Lantas kenapa tidak disediakan tempat sesuai dengan jumlah pedagang ? Pedagang mengaku mereka yang tidak kebagian tempat, tidak masuk dalam data daftar pedagang yang menempati lokasi baru.

“Katanya kami ini tidak didata. Ini yang kami protes. Hari-hari kami disini, kok malah tidak masuk dalam pendataan,” ungkapnya.

Disamping itu, para pedagang juga mengeluh tenda lapak di lokasi baru, yang menurut pedagang tidak memadai jika hujan dan angin datang.

“Kita siap mengikuti kebijakan pemerintah, asalkan tempat pindah itu nyaman dan kalau hujan disertai angin datang, tidak sampai merusak dagangan kita,” ungkapnya.

Selain pedagang MQS, pedagang buah di pinggir jalan diluar MQS pun juga mengeluh. Merekapun diminta pindah dan membongkar lapak.

“Kalau kami pedagang buah, separoh  yang diminta pindah. Katanya tempat untuk parkir,” ungkapnya.

Berkaitan persoalan tersebut, kata pedagang, sore ini mereka dipanggil ke lokasi baru. Namun belum diketahui, pemanggilan tersebut untuk mencari solusi atau bagaimana.

“Sebentar lagi kami diminta ke sana (lokasi baru,red). Kita hanya meminta tolong beri solusi yang layak untuk kami, satu-satunya mata pencaharian kami ya dengan dagang ini,” ungkap pedagang.

Untuk diketahui, proses pembongkaran tadi malam, dipantau langsung tim Satgas dari Pemkot Sungaipenuh. Pada Sabtu (16/10) tim satgas yang dipimpin Pj Sekda, Alpian, didampingi Asisten I Walikota, Herman, juga memantau untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar. Sementara untuk lokasi pedagang buah akan disediakan tempat di samping Kicai Plaza.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *