Subur : Manfaatkan Anggaran yang Ada Tahun Ini

oleh

KERINCI-Persoalan rencana proyek pembangunan jembatan Tanjung Pauh, kian menjadi sorotan publik. Anggaran yang tersedia Rp 1 Milliar, diminta tidak dijadikan silpa, akan tetapi dimanfaatkan untuk tahap awal.

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat untuk jembatan tersebut sudah mengalami dua kali penganggaran, sejak 2020 dianggarkan Rp 1,5 Milliar namun proyek batal dilaksanakan, karena tidak ada yang berani mengerjakan.

Tahun 2021 ini, kembali dianggarkan Rp 1 Milliar. Namun, masih belum ada kepastian apakah akan dikerjakan atau tidak kegiatan tersebut.

Mantan anggota DPRD Kerinci, Subur Budiman, mengungkapkan anggaran yang tersedia saat ini harus dilaksanakan, sekalipun kemampuan dana hanya dapat pengadaan tiang pancang.

“Dinas PU jangan ragu, laksanakan saja kegiatan dengan anggaran yang ada saat ini. Tahun depan, kan bisa dianggarkan kembali untuk kelanjutannya,” ungkap Subur yang juga tokoh masyarakat Tanjung Pauh.

Jika tidak dilaksanakan tahun ini, lanjut dia, dan menunggu tahun depan belum ada jaminan, bisa saja tidak dianggarkan sama sekali. Oleh sebab itu, dengan dikerjakannya kegiatan tahun ini, maka tahun depan dapat diprioritaskan anggaran lanjutan proyeknya.

“Tidak perlu nota dinas ke Bupati, kan anggarannya sudah tersedia. Jadikan proyek tersebut multiyear, pembangunan berkelanjutan di tahun mendatang,” terangnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Kerinci, Maya Novefri ST, mengatakan Dinas PU siap melaksanakan kegiatan dengan anggaran Rp 1 Milliar, hanya saja PU khawatir kepastian kelanjutannya ditahun depan.

“Kita siap-siap saja. Tapi kita ingin ada jaminan tahun depan ada kepastian anggaran lanjutan. Jangan PU disalahkan nanti, sudah beli tiang pancang, dan ternyata anggarannya tidak disahkan tahun depan, tentu tidak bisa dilanjutkan pembangunannya,” terangnya.

Untuk tiang pancang sendiri, kata dia, juga tidak langsung dipasang, dan itu perlu tempat untuk menyimpannya sementara. “Disini kita juga terkendala tempat, kalau diletakkan di lokasi, kita khawatir rusak atau terjadi hal yang tak diinginkan,” kata dia.

Dia menegaskan kembali, bahwa PU tidak menolak melaksanakan kegiatan dengan anggaran yang ada saat ini. “Item kegiatannya dan anggaran masih ada, PU tidak pernah membatalkannya,” ungkapnya.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *