Pinjam Uang, IRT Ngaku Malah Digagahi Kades

oleh
Foto:Iluatrasi/net-ist

KERINCI-Perilaku memalukan Kades Sangir Tengah, Kecamatan Kayu Aro, berinisal DD, terkuak ke publik. Bukannya mengayomi masyarakat, tapi justru memanfaatkan situasi untuk melepas nafsu bejatnya terhadap wanita bersuami.

Informasi yang dihimpun, wanita yang menjadi korban berinisial ON (30), seorang ibu rumah tangga (IRT) yang telah memiliki satu orang anak, yang juga merupakan warga setempat.

Awal mula kejadian, saat korban dipinjamkan uang senilai Rp 300 ribu oleh kades, pada Oktober 2020 tahun lalu. Saat itu, korban berniat menggadaikan tanah kepada kades.

“Saya mau menggadaikan tanah orang tua saya 3 piring upahan. Namun, Kades tidak punya uang untuk gadai, saya minta tolong pinjam uang Rp 300 ribu, dengan angsuran pembayaran kerja upahan di ladang beliau,” ungkap ON kepada wartawan, Selasa (14/9).

Selang beberapa hari, lanjut dia, saat dirinya berada di kebun, sang kades menelphone dirinya. Alasannya ingin menambah uang pinjaman sebanyak Rp 200 ribu lagi dari semula Rp 300 ribu.

“Sesampainya kades di kebun, dia memaksa saya melayaninya (mesum,red). Saya sangat takut, dan berusaha berontak, tapi tak berhasil,” kenangnya.

Kejadian pertama tersebut, lanjut dia, terpaksa didiamkannya dan tidak menceritakan kepada siapapun. Namun dilain kesempatan, sang kades terus saja memaksa dirinya untuk melayani dan mengancam agar tidak menceritakan kepada siapapun.

“Kejadiannya bukan kali itu saja, kades juga memaksa saya berhubungan di pondok kebun, di dalam mobil kades, bahkan di rumah dan kantor desa,” katanya kepada wartawan.

Terkuaknya kejadian tersebut, membuat rumah tangga korban dan suaminya berantakan, bahkan sampai pisah ranjang. Kemarahan sang suami juga tak terbendung, dan sempat mengejar kades.

“Beruntung dia (kades,red) berhasil lari dari kejaran saya. Kalau tidak, dia sudah habis saya bikin,” ujar suami dari korban.

Warga setempat pun juga mengecam perlakuan kades yang bejat tersebut. Karena telah merusak nama desa.

“Kelakuan kades sudah tak terpuji. Seharusnya dia menjadi contoh ditengah nasyarakat. Ini sudah membuat malu desa, dan kami masyarakat akan nelaporkan ke pemerintah,” ungkap warga setempat.

Sementara itu, Kades Sangir Tengah, DD, hingga berita ini dipublis belum berhasil dihubungi untuk meminta klarifikasi terhadap tudingan tersebut.(ded/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *