Hearing Alot, Satgas Covid-19 Dicecar Dewan

oleh

SUNGAIPENUH-Menyikapi situasi pandemi Covid-19 yang saat ini terus meningkat di Kota Sungaipenuh, dewan akhirnya memanggil tim gugus satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kota Sungaipenuh untuk melakukan hearing, Rabu (28/7).

Dalam hearing tersebut, hadir langsung Pj Sekda, serta pejabat instansi terkait seperti Dinkes, BAKEUDA, BPBD, Pemdes, dan Dinsos. Selain itu, juga hadir unsur Forkopimda dari Polres dan Kodim 0417 Kerinci.

Hearing berlangsung panjang, dimulai pukul 10.30 Wib sampai pukul 18.00 Wib. Begitupun pembahasan hearing juga tampak alot. Dewan mencecar tim satgas dengan berbagai pertanyaan, mulai dari perkembangan Covid di Sungaipenuh, penanganan, anggaran, bantuan dan sekelumit persoalan lainnya tentang permasalahan ditengah pandemi.

Andi Oktavian, anggota dewan dalam hearing dengan tegas mempertanyakan peran satgas dalam penanganan Covid, karena penanganan Covid di Sungaipenuh terkesan diabaikan.

“Apa masih ada satgas Covid-19 ?,” tanyanya tegas.

Dia menjelaskan, bahwa tugas dewan selaku penganggaran dan pengawasan sudah dilaksanakan, yakni menetapkan anggaran untuk penanganan Covid. Namun sampai hari ini, tidak ada gerakan dari tim gugus.

“Kami sudah sahkan anggaran Covid-19. Tapi kenapa belum bisa cair sampai saat ini. Ada apa ? Apa kendala ?┬áKalau persoalan teknis, silahkan pemerintah Sungaipenuh yang melaksanakannya,”, tegasnya lagi.

Sementara itu, Aspar Nasir, anggota dewan lainnya, meminta kepada Satgas utuk lebih serius dalam penanganan Cobid. Kondisi saat ini sudah seharusnya PPKM diterapkan dengan segera, untuk membatasi kerumunan di.

“Satgas harus segera diberdayakan, siapapun yang terlibat dalam tim Satgas harus bergerak. Jika tidak dengan segera, situasi akan lebih parah,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan terkait stok obat atau vitamin di puskesmas yang saat ini sangat sedikit. “Bagaimana ingin merawat pasien kalau obat saja tidak ada, termasuk untuk diberikan kepada pasien isolasi mandiri di rumah,” tegasnya.

Jafar Maha, anggota dewan lainnya menyorot Satgas ditingkat desa. Menurut dia, Satgas desa hanya formalitas nama saja, dan tidak berani bertindak. “Itu segera diaktifkan dan diberdayakan,” katanya.

Kemudian, Maswan, anggota dewan lainjya juga menyampaikan situasi Kota Sungaipenuh saat ini sudah tak terkontrol, kerumunan dimana-mana, pesta juga rutin digelar. “Warga yang terkena Covid terus bertambah, ini harus kita atasi dengan segera, Satgas jangan terlena,” katanya.

Tidak hanya dewan, Waka Polres Kerici, Kompol Wirmanto, pun juga ikut angkat bicara. Menurut dia, tim gugus harus solid, kalau tidak solid percuma. Termasuk pelaporan data terbaru wajib dilaporkan.

Aplikasi yang kami punya ngeri. Bulan Juli sudah 16 orang hasil Swab antigennya posif. Kita berharap dukungan semua pihak, musuh kita bukan di depan mata, ini sudah melilit pinggang. Artinya masalah sudah mengikat,” tegasnya.

Sementara itu, pihak dari Satgas, Afyar, Kepala BAKEUDA, menanggapi pertanyaan dewan terkait anggaran, mengaku terdapat Rp 8 Miliar aanggaran tambahan untuk penanganan Covid. “Itu anggaran tambahan, kalau anggaran intinya saya lupa, karena karena pejabat yang menangani ini sedang di karantina,” katanya.

Azwarman, Sekretaris Dinkes, mengatakan kondisi saat ini sudah tidak memungkinkan isolasi mandiri, warga yang terkonfirmasi harus dirawat.

“Isoman tidak memungkinkan lagi di Kota Sungaipenuh,” ujar Azwarman sekretaris Dinkes.Sementara itu, Alfian, Pj Sekda sekaligus sekretaris Satgas, mengatakan pihaknya telah melaksanakan rapat dengan Walikota, dan melakukan evaluasi kinerja tim satgas.

“Kita sudah masuk level 3. Kalau sudah level 3 kita harus melakukan pembatasan seperti sekolah sekolah, rumah makan tidak boleh makan di tempat, dan tempat umum yang memicu kerumunan lainnya,” ungkapnya.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *