Dewan Minta Walikota Sungai Penuh Prioritaskan Anggaran dan Serius Tangani Covid – 19

oleh

 

SUNGAIPENUH – Syafriadi SH Wakil ketua DPRD Kota Sungaipenuh mempertanyakan keseriusan pemerintah Kota Sungaipenuh dalam penanganan Covid 19 yang sangat mendesak saat ini.

“Tolong sampaikan kepada walikota yang baru untuk memprioritaskan anggaran untuk Covid. Yang ini sangat mendesak. Persoalan sampah itu nomor dua, itu ada instansi teknis yang melaksanakannya yaitu Dinas LH dan Kebersihan”

“Yang utama sekarang ini adalah persoalan penanganan dan pemutusan mata rantai Covid 19 yang sangat membahayakan. Apalagi sekarang adanya virus delta. Persoalan Covid itu membahayakan ekonomi masyarakat kita. Walikota haruslah fokus dan serius dalam menangani ini,”terang Syafriadi yang juga ketua DPD Hanura Kota Sungai Penuh dalam hering komisi 1 DPRD Kota Sungai Penuh bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Sungaipenuh.

Dalam memutus mata rantai Covid 19 ini, diperlukan kerjasama yang baik dan terkoordinasi antar dinas instansi.

Sebelumnya, kejadian tragis dialami oleh warga Hamparan Rawang yang meninggal dunia.

Khusni bin H. Norman warga Desa Maliki Air Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi meninggal karena Covid-19 Kamis 22/07/2021.

Miris, pasien Covid-19 itu malah ditolak dimakamkan oleh petugas Covid-19 RSUD Kerinci.

Akhirnya pasien Covid-19 yang meninggal tersebut dimakamkan oleh keluarga Kamis 22/07/2021 pukul 21.00 wib.

Parahnya lagi pihak RSUD MH A Thalib meminta uang Rp. 6 juta kepada keluarga pasien Covid-19, warga bersedia membayar, setalah dimakamkan, namun petugas tetap tidak mau mengurus pasien Covid-19 meninggal tersebut.

“Memandikan, memakamkan, semuanya keluarga yang mengurus, tidak ada petugas Covid-19, malah pihak RSUD Kerinci minta uang Rp. 6 juta, kami menolak dan kami keluarga mengurus sendiri hingga memakamkan Kamis malam tadi” ungkap sumber Jumat 23/07/2021. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *