Dinilai Tak Logis, Surat Dinas Wawako Sungai Penuh Masuk Dalam Tong Sampah

oleh

SUNGAIPENUH – Pedagang pasar Sungaipenuh masukan surat Dinas Pemerintah Kota Sungaipenuh kedalam tong sampah.

Surat dinas yang berisikan kendaraan roda dua atau roda empat tidak boleh parkir di trotoar dan badan jalan itu ditanda – tangani oleh wakil walikota Sungaipenuh.

“Dari Dishub sudah dua kali menyurati kami pedagang tidak boleh parkir di trotoar dan di badan jalan. Lucu juga, dimana para pembeli akan parkir kalau begitu,” ujar pedagang

Menurut pedagang, saat petugas Dishub berpakaian lengkap saat melakukan pengantaran surat, pedagangpun bertanya.

Jika peraturan ini ditegakkan dimana pembeli akan melakukan parkir?  Sedangkan jauh sebelum pemerintah Ahmadi – Antos bahkan dari zaman nenek moyang dahulu bangunan sudah lama berdiri dan berbatasan langsung dengan trotoar.

Saat ditanya itu, kata pedagang, petugas dishub menjelaskan untuk lokasi parkir dapat dilakukan di Kinzai Plaza. Penasaran dengan jawaban itu, kata dia, diapun bertanya bukankah di Kincai Plaza itu untuk lokasi parkir kendraan roda dua. Spontan saja ditanya hal demikian, kata dia, petugas dishub langsung menjawab bahwa mereka hanya mengantarkan surat.

Selain itu, kata dia, dalam surat yang ditanda – tangani oleh wakil walikota Alvia Santoni juga dipertanyakan. Sebab, tembusan surat tidak dilanjutkan ke walikota akan tetapi ditembuskan ke DPRD.

Kemana surat itu ? Menurutnya, surat yang dinilai tidak logis itu sudah dibuang kedalam tong sampah.

“Sudah dibuang kedalam tong sampah. Semestinya Walikota atau wakil walikota itu mengurus kebutuhan air PAM yang tidak masuk. Ini malah mengurus parkir dan kebijakan ini jelas mematikan usaha pedagang di Sungaipenuh,” ujarnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *