Berat…! Lusi 5 Tahun, Nasrun Dituntut 8 Tahun Penjara

oleh

SUNGAIPENUH-Perkembangan kasus korupsi di Dinas Perkim Sungaipenuh, masuk tahap tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Dua terdakwa, mantan Kadis dan mantan Bendahara Disperkim dituntut hukuman berat, pada sidang Tipikor Jambi, Kamis (29/4).

Nasrun mantan Kadis dituntut 8 tahun penjara, sementara Lusi mantan bendahara dituntut 5 tahun penjara.

“Benar, proses sidang sudah tahap tuntutan Kamis kemarin. Terdakwa dituntut berbeda,” ungkap Pengacara terdakwa, Kurniadi Haris SH MH.

Dikatakannya, selain tuntutan hukuman penjara, masing-masing terdakwa juga dituntut denda 200 juta dan mengembalikan uang negara masing-masing lebih Rp 1 Miliar.

“Kedua terdakwa dituntut sesuai dengan pasal dalam dakwaan,” katanya.

Lantas apakah akan mengajukan upaya pledoi ? Haris mengaku pihaknya pasti mengajukan pledoi.

“Ya, jelas kami ajukan pledoi. Karena fakta persidangan tidak seperti yang di argumenkan oleh JPU,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Sungaipenuh, Sumarsono SH MH, juga mengatakan sama. Dia menambahkan, uang pengganti masing-masing terdakwa juga berbeda. Untuk terdakwa Nasrun harus mengembalikan uang pengganti Rp 1,7 Miliar sementara Lusi sebanyak Rp 1,3 Miliar.

“Selain itu, denda masing-masing Rp 200 juta, subsider 6 bulan penjara jika tidak dibayar. Begitupun uang pengganti harus dikembalikan jika sudah inkrah, jika tak dikembalikan sepenuhnya, maka harta benda akan disita untuk dilelang, jika masih belum cukup maka ditambah hukuman 2 tahun 6 bulan penjara,” terangnya.

Untuk diketahui, Nasrun dan Lusi dijerat atas kasus korupsi di Dinas Perkim Sungaipenuh, untuk anggaran tahun 2017, 2018 dan 2019. Modusnya beragam, mulai SPJ fiktif hingga mark up sejumlah item belanja. Kerugian negara atas perbuatan kedua tersangka mencapai Rp 3 Milliar.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *