Tak Ada Pasar Ramadhan, Pedagang Tetap Diminta ‘Upeti’

oleh

SUNGAIPENUH-Untuk tahun kedua, Pasar Ramadhan atau pasar beduk di pusat Kota Sungaipenuh tidak difsilitasi Pemkot Sungaipenuh. Namun pedagang yang berinisiatif berjualan diarea pasar beduk, tetap harus menyetor ‘upeti’.

Berdasarkan informasi dilapangan, diarea tempat biasa pasar ramadhan pusat Kota Sungai Penuh terpantau sejumlah gerobak dan lapak pedagang yang berjualan jajanan buka puasa.

Beberapa pedagang saat ditanya mengaku berjualan atas inisiatif sendiri. Disamping itu juga menyetor sejumlah uang kepada oknum yang memungut, mungkin untuk sewa tempat. Padahal dilokasi sudah dipajang spanduk bahwa Pemkot Sungaipenuh tidak menyediakan fasilitas untuk pasar ramadhan.

Pedagang mengaku saat mereka mulai berjualan, ada oknum yang diduga perpanjangan tangan dari Disperindag Kota Sungaipenuh. Karena tak mungkin pungutan berani dilakukan tanpa ada perintah. Sebagaimana diketahui, persoalan pasar dan perdagangan berada dibawah naungan Disperindag Sungaipenuh.

“Untuk lapak kecil bayarnya Rp 300 ribu, sedangkan untuk lapak atau gerobak yang ukuran lebih besar bayarnya Rp 1 juta,” ungkap pedagang yang meminta tidak dituliskan identitasnya.

Pedagang mengaku pembayaran tersebut khusus untuk berjualan selama bulan ramadhan. Karena memang, pada hari biasa beberapa pedagang tersebut tidak berjualan di lokasi pasar beduk.

“Untuk bulan puasa ini saja, karena sebelum ini kita dan beberapa pedagang lainnya tidak berjualan disini,” ungkap pedagang.

Kondisi ini tentu sangat bertentangan dengan surat edaran Walikota dan himbauan di spanduk Sungaipenuh, yang menegaskan di Kota Sungaipenuh tidak menyediakan fasilitas pasar ramadhan, mengingat situasi msih pandemi Covid-19.

Terkait persoalan tersebut, Kepala Disperindag Kota Sungaipenuh, melalui Kabid Pengelolan Pasar, Heryusman, dikonfirmasi mengaku tidak mengetahuinya. Dia menegaskan, jika ada oknum yang memungut ke pedagang, silahkan melapor ke Polres.

“Saya minta kayo menyelidikinya dan laporkan ke polres oknum yang meminta uang tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Bidang Pengelolaan Pasar tidak pernah melakukan pungutan terhadap pedagang yang kebetulan berjualan di area tempat biasa pasar ramadhan.

“Kami Bidang Pengelolaan Pasar tidak ada memungut uang di sana, dan kalau ada oknum staf saya yang berbuat, (silahkan,red) di proses dan lapor ke polsek,” tegasnya.(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *