Status Udara Kerinci Tidak Sehat

oleh

KERINCI-Kabut asap di Kerinci dan Sungaipenuh kian menebal, Rabu (16/10). Bahkan jarak pandang pun juga makin terbatas.

Kondisi ini tentu membuat kekhawatiran masyarakat, terhadap dampak kesehatan menghirup udara yang dicemari kabut asap.

Berdasarkan hasil uji udara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci untuk Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mengunakan Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Selasa (18/10) nilai konsentrasi parameter partikulat mencapai angka 175 dan berstatus di atas baku mutu.

“Hasil uji kemarin (Selasa, res) angka ISPU untuk Kerinci 175 dan kategori tidak sehat,” ungkap, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kerinci, Nina Kasuma.

Lantas bagaimana dengan kondisi hari ini (Rabu) ? Menurut dia, kondisi kabut pada Rabu (1/10) lebih tebal dari sebelumnya.

“Hari ini kondisi kabut hari ini lebih tebal, dan hasil ISPU-nya belum keluar, tentu lebih parah dari kemarin dan statusnya juga tidak sehat,” jelasnya.

Dia menghimbau, agar masyarakat yang hendak beraktifitas di luar ruangan harus menggunakan masker, untuk mencegah dampak kesehatan dari pencemaran udara.

“Aktifitas di dalam ruangan pun sebaiknya juga mengenakan masker. Aktifitas diluar ruangan sebaiknya dikurangi,” ujarnya.

Sementara itu, BMKG Kerinci juga menerangkan kondisi viasabilitas atau jarak pandang pada Rabu (16/10) berada dikisaran 300 meter hingga 500 meter. Bahkan aktifitas penerbangan di Bandara Depati Parbo distop sementara.

“Sejak hari Senin kemarin, pesawat di bandara tidak bisa beroperasi karena jarak pandang terganggu,” ungkap Kepala BMKG Kerinc, Jon Haides, kepada wartawan.(d3r)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *