NA Penyebar Video “Jilbab Pink” Terancam 15 Tahun Penjara

oleh
TANGKAP: NA saat sampai di Polres Kerinci, setelah ditangkap. (Foto/ist)

KERINCI-Pasca penangkapan NA (21) terduga pelaku pemeran dan penyebar video mesum, kini NA meringkuk dibalik jeruji besi tahanan Polres Kerinci. Akibat ulahnya itu, NA terancam hukuman berat 15 tahun penjara dan denda Rp 5 Miliar.

Tingginya ancaman hukuman yang akan dihadapi NA, lantaran wanita yang diajaknya melakukan hubungan mesum dan dengan senagaja merekam video berdurasi 1 menit 28 detik itu merupakan gadis dibawah umur.

Atas perbuatan tersebut, NA dijerat dengan Pasal 76 D Jo Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2), tentang persetubuhan terhadap anak dibawah umur, UU RI Nomor 35 tahun 2014, tentang Perubahan atas UU no 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak.

Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Toni Hidayat, membenarkan jika NA dijerat UU perlindungan anak. Menurut dia, pemuda yang berasal dari Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci tersebut, saat ini sudah ditahan di Mapolres Kerinci untuk diproses lebih lanjut.

“NA ditangkap pada Selasa (hari ini,red) sekira pukul 16.30 Wib sore tadi. Penangkapan dilakukan oleh anggota Opsnal dan Unit PPA,” ungkapnya.

Dalam proses penangkapan tersebut, lanjut dia, anggota meminta bantuan dari korban untuk memancing pelaku keluar dari rumah. Setelah pelaku keluar dari rumah dan bertemu dengan korban, barulah petugas melakukan penangkapan.

“Setelah pelaku dan korban bersama, saat dijalan di Desa Sanggaran Agung, anggota Opsnal dan Unit PPA berhasil mengamankan pelaku dan membawa pelaku ke  Polres Kerinci untuk dimintai keterangan,” terang Kasat.

Lantas bagaiman kronologis video tersebut dibuat dan disebar ? Kasat menjelaskan, awal mula kejadian saat korban yang merupakan anak dibawah umur diajak berhubungan layaknya suami isteri oleh pelaku. Saat melakukan hubungan intim tersebut, pelaku ternyata juga memvideokan melalui hanphonenya.

“Lokasi mereka melakukannya di salah satu tempat objek wisata pinggir Danau Kerinci,” katanya.

Setelah keduanya melakukan hubungan intim, keduanya an kembali ke rumah. Beberapa hari kemudian pelaku NA, menyebar video tersebut kepada teman-teman korban. Tesebarnya video tersebut membuat korban merasa malu, kemudian korban bersama keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kerinci pada 13 Juni 2019 lalu dengan Laporan Polisi Nomor : LP / B-348 / VI / 2019 / Spkt.1 / Res kerinci, tgl 13 juni 2019 Tentang Persetubuhan Anak di Bawah Umur.

“Setelah itu kita lakukan penyelidikan, dan atas bukti permulaan yang cukup pada tanggal 17 Juni 2019 status dinaikkan ke penyidikan, kemudian hari ini barulah pelaku ditangkap,” terangnya.(d3r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *