Seorang Wanita Diduga Pelaku Penjambret Dompet Milik Ernawati Jalil Berhasil Diamankan Polisi

oleh
Seorang Wanita Diduga Pelaku Penjambret Dompet Milik Ernawati Jalil Berhasil Diamankan Polisi . foto ist

SUNGAI PENUH-ER (40) kini harus berurusan dengan polisi. ER  berhasil di tangkap di desa Sungai Jernih kecamatan Pondok Tinggi Kota Sungai penuh setelah melakukan penjambretan di seputaran Pasar Kota Sungai Penuh.

Kejadian berawal pada  hari Rabu, tanggal 07 Maret 2018 sekira pukul 11.00 wib korban bernama Erna Wati hendak membeli baju di pasar kota Sungai Penuh. Setelah sampai disalah satu toko di pasar kota Sungai Penuh, korban melihat model-model baju. Karena ditoko tersebut korban belum menemukan baju yang diinginkannya. Maka, korban menuju ke toko lainnya.

Saat korban menuju toko lainnya, korban langsung terkejut melihat tas yang dibawanya sudah dalam keadaan terbuka. Setelah dicek, ternyata dompet korban tidak ada lagi didalam tas dan korban langsung melaporkan ke Polsek Kota Sungai Penuh. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sekira Rp 3 juta.

Menindak lanjuti laporan dari Erna Wati Unit Reskrim Polsek Sungai Penuh langsung melakukan cek TKP dan melihat rekaman CCTV yang ada di TKP. Dari rekaman CCTV terlihat pelaku berinisial ER alias ILA melakukan pencurian (jambret) terhadap korban ERNA WATI.

Setelah mengetahui identitas pelaku,  Unit Reskrim Polsek Sungai Penuh langsung melakukan pencarian terhadap pelaku. Sekitar pukul 16.00 Wib polisi langsung penangkapan dan menyita barang bukti dari tersangka di Desa Sungai Jernih, Kec. Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Propinsi jambi.  Tersangka langsung diamankan di Mapolsek Kota Sungaipenuh untuk penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Kota Sungai Penuh IPTU Yudistira membenarkan kejadian tersebut.

“Ya,  tersangka berhasil kita amankan dan tersangka juga merupakan residivis,’ungkap Kapolsek.

Selain mengamankan tersangka Kapolsek Kota Sungai penuh Juga menyita beberapa barang bukti. Berupa satu buah dompet warna merah yang berisi uang sejumlah Rp 2.7 juta, satu buah ATM BRI, satu buah ATM BNI, satu buah Kartu Kredit BNI, satu buah KTP korban Ernawati binti Jalil Saabri.

Atas tindak pidana tersebut, tersangka di jerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (fyo)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *